Home » Belenggu Hati » Subnetting

Subnetting


Dalam dunia jaringan, terutama Internet, kita sering mengenal istilah IP Address. Lalu apakah IP Address itu?
IP Address merupakan alamat yang dimiliki oleh host/device/komputer. Alamat ini dibuat berdasarkan protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). TCP/IP sendiri merupakan suatu aturan yang mengatur bagaimana komputer berhubungan dari satu ujung jaringan ke ujung jaringan lain terutama di Internet.
Kita kembali ke IP Address. Dalam dunia nyata, IP Address ini ibarat alamat surat pos. Seperti kita ketahui, alamat surat tidak ada satu pun yang sama, walaupun mempunyai nama jalan yang berbeda, tidak akan ada alamat yang mempunyai negara, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, dst yang sama, pasti ada yang berbeda.
IP Address sendiri sekarang sudah mencapai versi 6 atau IPv6. Namun, dewasa ini yang masih umum dipakai adalah IPv4. Nah, kali ini kita akan sedikit membahas tentang IP Range. IP Range perlu diketahui untuk menyesuaikan berapa jumlah alamat yang kita butuhkan untuk suatu jaringan sesuai dengan kebutuhan.
OK, langsung aja.
IP Address memiliki 4 blok angka,
192.168.2.0
Semua angka di atas bernilai 32 bit (4 byte). Jadi, masing-masing blok, bernilai 8 bit (1 byte)
IP Address mempunyai pasangan yang dinamakan Netmask (Topeng jaringan, hehe). Sesuai namanya, Netmask ini layaknya seperti topeng yang menentukan seberapa besar range IP Address yanng akan kita miliki. Semakin besar netmask, semakin kecil IP range, begitu pun sebaliknya.
Berikut contoh netmask
255.255.255.0
Penulisan netmask di atas bertujuan untuk memudahkan kita sebagai manusia. Adapun jika dibaca oleh komputer, Netmask ini akan diubah menjadi bilangan biner
nilai tertinggi : 255=11111111
nilai terrendah : 0=0000000 (8 digit angka 0 disesuaikan dengan jumlah digit dari 255)
Kadang-kadang, penulisan Netmask ini digabungkan di belakang alamat IP. Contohnya:
192.168.100.36/28
/28 ini menyatakan jumlah angka 1 dalam binernya Netmask
11111111.11111111.11111111.11110000 (ada 28 angka 1)
Oh, ya, aku mau berikan dua cara yang bisa dipilih, cara standar dan cara cepat
CARA STANDAR
Contoh 1
Bila diberikan IP 192.168.100.36/28, berapakah range IP Addressnya?
1. Ubah angka paling belakang IP menjadi angka biner
36=01000100
2. Tambahkan 0 di depan angka biner jika belum memennuhi 8 digit
36=00100100 (Analogi: 20 = 020)
3. Karena netmasknya /28, maka akan tersisa digit angka biner terakhir yang sebanyak 4 digit
Penjelasannya:
jumlah angka 1 di Netmasknya ada 28, maka netmasknya:
11111111.11111111.11111111.11110000
( 255 . 255 . 255 . 240 )
Maka, hanya ada 4 digit paling akhir yang dapat diotak-atik.
0010 | 0100
4. Ambil 4 digit angka terakhir tersebut, ubah jadi nilai paling rendah (0000) dan nilai paling tinggi (1111)
0010 | 0000
0010 | 1111
5. Kembalikan ke bentuk desimal
0010 | 0000 = 32
0010 | 1111 = 47
Maka, range IP dari 192.168.100.36/28 adalah dari 192.168.10 [32….47]
Hal ini berarti ada 16 alamat yang ada, mulai dari 192.168.10.32 sampai dengan 192.168.100.47
Namun perlu diperhatikan akan ada 2 (dua) alamat yang tidak bisa dipakai. Jadi, yang bisa dipakai sebagai hostadalah dari 192.168.10.33 sampai dengan 192.168.100.46 karena alamat 192.168.10.32 dipakai sebagai net address, sedangkan 192.168.100.47 dipakai sebagai broadcast address. Sehingga ada 14 alamat yang tersedia digunakan untukhost.

Contoh 2
Tentukan range IP Address dari IP 202.10.30.88 dan Netmasknya 255.255.255.252
1. Ubah angka terakhir IP menjadi bilangan biner
88 = 01011000
Karena sudah 8 digit, maka tidak diubah
2. Perhatikan Netmask yang memiliki angka bukan 255. Hal ini karena netmask yang memiliki angka 255 otomatis memiliki kemungkinan pengalamatan satu. Ingat aturan awal semakin besar netmask, semakin kecil kemungkinan pengalamatan (semakin kecil range). Oleh karena itu, kita akan otak-atik angka 252
252 = 11111100
Maka, kita hanya bisa mengotak-atik dua digit terakhir
88 = 010110 | 00
3. Ambil 2 digit angka terakhir tersebut, ubah jadi nilai terrendah (00) dan nilai tertinggi (11)
0010110 | 00
0010110 | 11
4. Ubah kembali menjadi bilangan desimal
0010110 | 00 = 88
0010110 | 11 = 91
Maka, range IP Addressnya 202.10.30 [88….91]
Sehingga, akan ada 4 alamat yanng tersedia.
net address : 202.10.30.88
host address : 202.10.30[89….90] (ada 13 alamat yang bisa digunakan)
broadcast address :202.10.30.91
CARA CEPAT
Contoh 1
Bila diberikan IP 192.168.100.36/28, berapakah range IP Addressnya?
1. Cari netmask desimalnya
/28 = 11111111.11111111.11111111.11110000
/28 = 255 . 255 . 255 . 240
2. Cari selisih netmask
IP Address : 192 . 168 . 100 . 36
Selisih : (265-255) . (256-255) . (256-255).(256-240)
Jumlah : 1 . 1 . 1 . 16
Range IP : 192 . 168 . 100 . [32…..47]
3. [32…..47] diambil dari pembagian 256 terhadap 16, menjadi beberapa range
0 – 15
16 – 31
32 – 47 Range di mana 36 berada
48 – 63
dst s/d
240 – 255
Sehingga ada 16 alamat yang tersedia
Contoh 2
Tentukan range IP Address dari IP 202.10.30.88 dan Netmasknya 255.255.255.252
1. Cari selisih netmask
IP Address 202 10 30 88
Netmask 255 255 255 252
Selisih (256-255) (256-255) (256-255) (256-252)
Jumlah 1 1 1 4
Range IP 202 10 30 [88….91]
Range IP : 202 . 10 . 30 . [88…..91]
1. [88….91] diambil dari pembagian 256 terhadap 4 menjadi beberapa range
0 – 3
4 – 7
8 – 11
dst
88 – 91 Tempat angka 88 berada
92 – 95
96 – 99
dst
252 – 255
2. Lebih baik kamu buat garis bilangan, biar mudah
Sehingga, Sehingga, akan ada 4 alamat yanng tersedia.
net address 202.10.30.88
host address 202.10.30[89….90] (ada 13 alamat yang bisa digunakan)
broadcast address 202.10.30.91

Diposkan oleh zal_sundara di 21:13 3 komentar:
Label: Jaringan, Komputer
Minggu, 24 Oktober 2010
Membangun Jaringan dengan Switch tanpa Server (Ubuntu)
Dalam artikelku yang terdahulu telah disinggung mengenai cara mengcrimping kabel ethernet. Kabel ini kemudian akan kita gunakan untuk membangun jaringan sederhana dengan menggunakan kabel jenis straight dan menghubungkannya denganswitch tanpa server. Setelah itu, kita akan membagi folder atau berkas antar komputer.
1. Sediakan beberapa kabel ethernet disesuaikan dengan jumlah komputer yang akan kita hubungkan.
2. Masukkan satu ujung kabel ethernet (konektor RJ-45) ke NIC (Network Interface Card) komputer kita. Sedangkan ujung yang lainnnya dihubungkan dengan port yang ada di switch.
3. Sebelumnya masing-masing komputer harus diatur IP Addressnya masing-masing. Misalnya, komputer A diset IP Addressnya 192.168.10.1 dengan netmask 255.255.255.0. Selanjutnya, komputer B diset IP Addressnya 192.168.10.2, dst. Pastikan semuanya memiliki netmask yang sama, yaitu 255.255.255.0. Untuk mengatur alamat IP Address statis di Ubuntu, silahkan baca http://derizal.blogspot.com/2010/10/menyambung-kabel-lan-crimping-dan.htmll. Pastikan juga tidak ada dua komputer atau lebih yang memiliki IP Address yang sama.
4. Untuk mengetahui konektivitas komputer, buka Nautilus, lihat di bagian Network
5. Untuk lebih memastikan, misalkan komputerku memiliki IP Address 192.168.10.1 ingin mengecek konektivitas dengan komputer dengan IP Address 192.168.10.2, gunakan terminal terdekat CTRL+ALT+T, ketikkan untuk mengeping diri sendiri
ping 192.168.10.1
kemudian cek komputer teman
ping 192.168.10.2
6. Jika terhubung, kita bisa melakukan sharing folder atau berkas. Caranya klik kanan pada folder atau berkas yang ingin dishare, pilih sharing options

7. Centang Share this folder

8. Klik Create Share
9. Apabila ada peringatan seperti ini

Maka, kita harus memasang terlebih dahulu NFS dan SMB, klik Install Services, maka keduanya akan dipasanng secara otomatis

10. Setelah selesai memasang, kita akan diberikan jendela pilihan, apakah akan lewat SMB atau NFS.

11. Untuk memberikan penanda, di Ubuntu kita bisa menambahkan emblem pada folder yang dishare, klik kanan pada folde, pilih properties, klik emblem, pilih shared

12. Kita juga bisa memberikan permission pada folder (hak akses root)

13. Untuk mengatur password pada smb, ketik di terminal
$ sudo smbpasswd -a namauser
Sumber : http://www.simplehelp.net/2007/05/19/how-to-share-files-and-folders-in-ubuntu/
Diposkan oleh zal_sundara di 14:33 Tidak ada komentar:
Label: Jaringan, Ubuntu
Perbedaan Antara Hub, Bridge, Switch, dan Router
Dalam terminologi jaringan ethernet, terdapat empat perangkat yang sering dianggap membingungkan karena secara sekilas sama. Kali ini kita akan mengetahui lebih jauh perbedaan-perbedaan antara keempat perangkat tersebut
1. Hub
Hub merupakan perangkat yang paling sederhana di anntara keempat perangkat. Hub menempati lapisan pertama, Physical Layer. Setiap paket data dari satu port dikirimkan ke dikirim ke semua port-port lain tanpa memerhatikan device mana yang dituju. Analoginya seperti mengirim pesan ke mailing-list, pesan dikirimkan ke semua anggota yang tergabung tanpa peduli apakah orang tersebut mau menerima ataupun tidak.
Hub menimbulkan masalah karena kesederhanaannya, karena paket dikirimkan ke setiap komputer pada jaringan, proses ini menimbulkan transmisi sampah. Hal ini akan memacetkan jaringan.
2. Bridge
Bridge berada satu tingkat di atas hub. Tidak seperti hub, bridge terlebih dahulu memerhatikan siapa tujuannya. Jika alamat tujuan tidak ada di ujung lain, bridge tidak akan melakukan transmisi data. Seperti jembatan, bridge ini hanya memiliki satu port masuk dan satu port keluar.
3. Switch
Switch berada lebih tinggi di atas bridge. Pada dasarnya switch merupakan bridge dengan banyak port, paket data yang datang akan ditentukan komputer mana yang dijadikan sebagai tujuan. Oleh karena itum switch juga serinng disebut dengan multi-port bridge. Hal ini meningkatkan efisiensi pengiriman. Alhasil,kebanyakan jaringan menggunakan switchdaripada hub untuk menghubungkan komputer dalam satu subnet yang sama.
4. Router
Router memiliki kesamaan dengan switch, router meneruskan paket berdasarkan alamat. Tetapi, selain menggunakan MAC Address yang digunakan oleh switch, router mampu menggunakan IP Address, sehingga, memungkinkan komunikasi jaringan lintas protokol-protokol yang berbeda.
Penggunaan router yang umum adalah untuk membagi koneksi Internet broadband. Router memiliki IP Address publik yang dibagikan ke jaringan. Data yang tiba di routerdisampaikan ke komputer tujuan yang tepat.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s